TIPE DAN TAHAP PERKECAMBAHAN PADA TUMBUHAN, TIPE DAN TAHAP PERKECAMBAHAN PADA TUMBUHAN

TIPE DAN TAHAP PERKECAMBAHAN PADA TUMBUHAN

Perkecambahan (germination) adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Dengan kata lain, munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Setelah kecambah dihasilkan, selanjutnya kecambah akan berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sudah mempunyai akar, batang, dan daun. Perkecambahan pada tumbuhan hanya terjadi apabila biji berada dalam lingkungan yang sesuai. Tersedianya air dalam jumlah yang cukup, suhu yang optimum untuk kerja enzim, udara yang cukup, cahaya, dan kelembapan merupakan beberapa syarat penting terjadinya perkecambahan.

Perkecambahan terdiri dari dua proses yaitu :
  1. Proses Fisika
    Proses fisika pada perkecambahan diawali dengan penyerapan air oleh biji hingga setiap selnya terisi cukup air. Adanya pasokan air menyebabkan komponen-komponen dalam selnya mulai bekerja. Biji menyerap air dari lingkungannya karena potensi air pada biji lebih rendah.
  2. Proses Kimia
    Proses kimia melibatkan hormon dan enzim. Ketika biji memiliki pasokan air yang cukup, biji akan mengembang dan menyebabkan kulit biji pecah. Setelah itu, embrio akan aktif melepaskan hormon giberelin yang beperan dalam sintesis enzim.

    Enzim yang dihasilkan menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma sehingga menghasilkan molekul kecil yang kemudian diserap oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi bibit tanaman.

Baca juga : Jenis-jenis Gerak Pada Tumbuhan Beserta Contoh.

Berdasarkan tahapannya, perkecambahan terdiri dari empat tahapan yaitu :

  1. Imbibisi
    Pada tahap ini, biji menyerap air (imbibisi) dari lingkungan sekitarnya. Proses penyerapan terjadi karena adanya perbedaan potensial air antara biji dan lingkungan sekitarnya.
  2. Pembentukan enzim
    Enzim yang dihasilkan pada tahap ini menyebabkan peningkatan aktivitas metabolik. Contoh enzim yang berperan pada proses perekecambahan adalah enzim amilase yang menghidrolisis pati menjadi gula.
  3. Pemanjangan sel radikula
    Pemanjangan sel radikula diikuti dengan munculnya radikula dari kulit biji.
  4. Pertumbuhan kecambah
    Kecambah yang dihasilkan dari perkecambahan selanjutnya mengalami pertumbuhan primer.
Baca juga : Ciri-ciri dan Daur Hidup Tumbuhan Lumut.

Tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena tumbuhan monokotil dan dikotil memliliki struktur biji yang berbeda.

Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibagi menjadi dua tipe yaitu :

  1. Epigeal
    Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah. Hal itu terjadi karena adanya pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga (hipokotil) sehingga daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah.
    Perbedaan Epigeal dan hipogeal

  2. Hipogeal
    Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon berada di bawah tanah. Hal itu terjadi karena adanya pembentangan ruas batang di atas daun lembaga (epikotil) sehingga daun lembaga terangkat ke atas tanah tetapi kotiledonnya tetap berada di dalam tanah.

Baca juga : Ciri-ciri dan Daur Hidup Tumbuhan Paku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *